Airbus Beluga XL Siap Layani Penumpang Tahun 2020

Sam Traveler – Salah satu pesawat yang paling ditunggu-tunggu di dunia penerbangan, Airbus Beluga XL, telah memasuki layanan secara penuh. Pesawat tersebut siap melayani permintaan para penumpang usai terbang operasional pertamanya pada 9 Januari 2020.

Keputusan Airbus menerbangkan Beluga XL memang jadi perhatian. Pasalnya, saat pesawat penumpang berukuran jumbo seperti Airbus A380 dan Boeing 747 mulai dipensiunkan, Beluga XL – satu dari enam unit yang diproduksi – akan menjadi salah satu yang terbesar di langit.

Bisa jadi Anda tidak akan dapat melakukan perjalanan dengannya, namun Beluga XL akan memainkan peran penting dalam membangun pesawat komersial raksasa dalam beberapa dekade mendatang. Untuk merakit Beluga XL di Toulouse, Prancis, Airbus mengerahkan pesawat kargo super-transporter untuk menerbangkan komponen dari Hamburg (Jerman) dan Tianjin (Cina).

Beluga XL adalah penerus Beluga, atau Airbus A300-600ST, yang telah beroperasi sejak 1995. Desainnya diadaptasi dari pesawat A330, dengan insinyur Airbus menurunkan dek penerbangan dan mencangkokkan ruang kargo besar ke badan pesawat, untuk menciptakan bentuknya yang khas. Penampang Beluga XL mencapai 8 meter.

  Kuliner Jalanan yang Lezat Ini Wajib Kamu Coba

Bentuk bulat khas pesawat ini membuatnya mendapat julukan “paus terbang”. Itu karena kemiripannya yang kuat dengan mamalia yang tinggal di Kutub Utara berwarna putih, beluga. Beluga XL yang bermata sipit dan bermuka tersenyum memanfaatkan kemiripannya dengan mamalia laut itu.

Desain aneh dipilih oleh staf Airbus setelah jajak pendapat di mana 20.000 karyawan diberi enam opsi dan diminta untuk memilih favorit mereka. Dengan 40 persen suara, memilih tampang beluga seperti saat ini.

“Kami dulu mengatakan bahwa di Toulouse atau di Hamburg, anak-anak mengenali Beluga,” Ujar Kepala Program Beluga XL, Bertrand George, kepada CNN Travel pada 2019 lalu. “Anak-anak itu menyukai pesawat yang sangat istimewa ini.”

  Virus Corona China dari Wuhan Bikin Pariwisata China Hilang

Lalu bagaimana menerbangkan raksasa langit itu? Kata George, meskipun penampilan pesawatnya tidak biasa, para pilot yang ingin mengendalikannya harus memiliki kualifikasi menerbangkan A330, Setelah mendapatkan kualifikasi Delta untuk memungkinkan mereka menerbangkan Beluga XL,” ujar George

Beluga XL ditenagai oleh dua mesin Rolls-Royce Trent 700, yang, seperti sayapnya, juga digunakan pada A330. Airbus memproduksi sayapnya di sebuah pabrik besar di Bandara Hawarden, Inggris.

Fasilitas ini telah mengalami modifikasi khusus untuk kedatangan Beluga XL, seperti membuat dua set pintu untuk Stasiun Beluga Line – satu agar sesuai dengan Beluga dan satu lagi agar sesuai dengan Beluga XL.

Airbus juga muncul kembali di landasan pendaratan, dengan mendirikan pagar penghalang exhaust atau knalpot berenergi tinggi dan memasang bantalan belokan baru – diperlukan ketika Beluga XL berputar di landasan pacu Hawarden yang relatif pendek sekitar 1.600 meter.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *