Angpao Imlek dan Nominalnya yang Perlu Kamu Tahu

Angpao Imlek dan Nominalnya yang Perlu Kamu Tahu

Sam Traveler – Perayaan Tahun Baru China identik dengan bagi-bagi angpao imlek. Mulai dari warna merah sampai nominal uang yang beda-beda, inilah sejumlah fakta angpao yang perlu kamu tahu.

Angpao imlek atau dalam bahasa Mandarin disebut hongbao merujuk pada amplop merah yang di dalamnya berisi uang. Biasanya angpao ini akan dibagi-bagikan pada keluarga dan karyawan perusahaan.

Orang-orang kerap membandingkan perolehan angpao yang ia terima padahal esensi dari angpao sebenarnya terletak pada amplop merah itu sendiri, bukan seberapa besar nominal uang di dalamnya. Dalam budaya China atau Asia Timur lainnya, warna merah memang diyakini sebagai simbol keberuntungan dan kemakmuran.

Selain amplop merah, masih ada lagi fakta-fakta unik mengenai angpao. berikut ini beberapa fakta lainnya mengenai angpao imlek.

 

  1. Asal-usul tradisi bagi-bagi angpao

Angpao lahir dari sebuah legenda zaman dahulu mengenai hantu bernama Sui yang suka meneror anak-anak. Hantu ini membuat anak-anak ketakuan sampai demam parah dan bahkan mengancam kesehatan mental mereka.

Para orang tua berupaya untuk mengatasi teror Sui ini dengan berbagai cara seperti menyalakan lilin dan terjaga sepanjang malam untuk melindungi anak-anak mereka.

Sampai suatu saat di malam Tahun Baru China ada orang tua yang memberikan anaknya 8 koin di dalam amplop merah untuk dimainkan sang anak supaya ia tetap terjaga. Akan tetapi si anak akhirnya tertidur bersama koin di bawah bantalnya.

  Malam Tahun Baru Imlek di Solo Jadi Daya Tarik Wisatawan

Sui kemudian muncul namun ketika ia akan menyentuh si anak, koin yang sebenarnya adalah 8 peri abadi yang menyamar, menyerang Sui dan berhasil mengusirnya.

Saat ini, amplop dan koin itu juga dikenal sebagai yasui qian atau “menekan uang Sui.”

 

  1. Nominal setiap orang berbeda

Meskipun tradisi bagi-bagi angpao umumnya diberikan pada anak-anak, angpao juga diberikan kepada teman, keluarga, kolega, dan orang terdekat lainnya. Nominal untuk setiap orang berbeda tergantung pada relasinya. misalnya, orang tua dan kakek-nenek mendapatkan yang terbaik, tetapi karyawan dan bahkan kenalan biasa dapat mengharapkan amplop merah.

 

  1. Aturan bagi-bagi angpao

Pembagian angpao ini ternyata tidak bisa dilakukan sembarangan alias ada aturannya. Sebagai contoh, uang yang dimasukkan ke dalam amplop hanya yang bersih dan rapi. Oleh sebab itu, jelang Tahun Baru China biasanya akan ada antrean panjang di bank, dimana orang-orang akan menukar uang yang kusut.

  1. Ada versi digitalnya

Memasuki era digital di abad 21 ini, banyak orang mulai saling bertukar angpao digital alih-alih tetap bertahan pada tradisi tradisional. Uang angpao biasanya langsung ditransfer melalui smartphone. Canggihnya lagi, angpao digital ini juga bisa dikirimkan ke artis idola traveler, lho.

 

  1. Pantangan angka 4

Dalam budaya China, angka 4 memang selalu dihindari untuk digunakan karena pengucapan 4 dalam bahasa Mandarin mirip dengan kata ‘mati’. Oleh sebab itu, jumlah nominal uang yang diberikan dalam angpo tidak boleh mengandung angka 4. Contohnya 4, 40, 400, dan seterusnya.

  Lawang Sewu Bangunan Ikonik di Kota Semarang

Sebaliknya, angka yang dipercaya dapat membawa keberuntungan dan kemakmuran adalah 8. Jadi, sebaiknya berikan uang yang mengandung unsur 8, ya.

  1. Cara menerima angpao

Tak cuma cara memberi, cara menerima angpao juga ada aturannya. Dalam tradisi tradisional, anak-anak akan berlutut untuk menerima angpao dari anggota keluarga yang lebih tua. Tradisi ini masih terus dilaksanakan di sejumlah daerah di China. Saat menerima angpao, penerima harus menjulurkan kedua tangannya dan jangan membuka angpao di depan si pemberi.

 

  1. Pemberian angpao juga dilakukan pada momen lain

Selain pada perayaan Tahun Baru China, angpao dengan amplop berwarna merah juga kerap dibagikan pada perayaan lainnya seperti kelahiran atau pernikahan. Tujuannya untuk membagikan keberuntungan dan berkah.

Perlu diperhatikan, warna amplop juga harus disesuaikan dengan suatu acara. Misalnya dalam upacara pemakaman yang diberikan adalah amplop berwarna putih.

 

  1. Angpao yang mendunia

Pemberian angpao saat ini tak cuma dilakukan dalam perayaan Tahun Baru China di China saja. Para diaspora China di berbagai negara juga melakukannya, tak terkecuali di Indonesia.

Selain itu, konsep angpao yang bagi-bagi duit juga dilakukan dalam perayaan lainnya contohnya saat Idul Fitri. Di Indonesia dan beberapa negara di Asia Tenggara, orang-orang yang lebih tua akan memberikan amplop berwarna hijau pada anak-anak. (dtk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *