Bisnis Kuliner Banyuwangi Dipersiapkan Hadapi New Normal

Sam Traveler – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, mulai menyosialisasikan skema kehidupan normal baru untuk bidang bisnis kuliner, seperti pusat kuliner rakyat, rumah makan, kafe hingga restoran.

Skema normal baru bisnis kuliner tersebut, dituangkan dalam Surat Edaran Bupati Banyuwangi Nomor 440/1406/429.034/2020 tentang Pedoman Penyelenggaraan Restoran/Kafe/Rumah Makan/Tempat Kuliner dalam Mewujudkan Tatanan Normal Baru Produktif dan Aman dari covid-19.

“Sosialisasi diperlukan agar ketika normal baru diberlakukan, para pelaku kuliner telah siap. Karena kan butuh beberapa kelengkapan alat yang harus dimiliki, ada SOP-nya, makanya harus disosialisasikan dulu, harus disiapkan dulu,” ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dikutip dari Antara, Rabu, 3 Juni 2020.

Menurut dia, Banyuwangi dipilih Kementerian Pariwisata sebagai salah satu daerah yang disiapkan untuk pembukaan kembali destinasi wisata Indonesia, guna menyambut era normal baru.

“Namun, untuk kapan waktunya kami menunggu komando dari pemerintah pusat,” katanya.

  Solaria Reast Area KM 19 Sambil Menunggu Sholat Dzuhur

Bupati Anas mengemukakan sudah mulai mempersiapkan sejumlah skenario normal baru bisnis kuliner yang mengatur pelaku usaha maupun pengunjungnya, dan sejumlah protokol kesehatan diterapkan ketat.

“Kami ingin aman dari covid-19, dan sekaligus ingin produktif agar ekonomi masyarakat pulih,” ucapnya.

Surat edaran itu, katanya, diterbitkan terlebih dahulu sebagai pedoman, sebelum benar-benar diterapkan disosialisasikan secara masif, diikuti uji coba, simulasi-simulasi agar memenuhi standar protokol kesehatan.

“Dengan aturan ini, kami ingin memastikan siapapun yang berkunjung ke Banyuwangi, nantinya bisa tenang karena destinasi kulinernya sudah mengikuti protokol kesehatan. Dan ke depan protokol untuk destinasi wisata dan atraksi seni-budaya juga diterbitkan,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi MY Bramuda menjelaskan bahwa pedoman tersebut mengatur kewajiban bagi pelaku usaha kuliner dan pengunjungnya.

Bagi pelaku usaha, lanjut dia, diwajibkan menyediakan tempat cuci tangan, cairan pembersih tangan (hand sanitizer), pemakaian masker dan pelindung wajah hingga pengaturan menjaga jarak fisik antar-pengunjung.

  Pizza Truffle Fungi, Aroma Jamur Berpadu Gurih Mozzarella

“Kami tidak menyarankan makanan prasmanan disajikan, daftar menu perlu dibuat digital jika memungkinkan dan ruangan didisinfeksi rutin. Kami juga menyarankan transaksi nontunai,” ujarnya.

Bramuda mengatakan bahwa pengunjung juga diatur sejumlah ketentuan, mulai pengunjung harus sehat, memakai masker, hingga wajib menjalankan protokol kesehatan.

“Sosialisasi akan kami gencarkan, batas waktu 14 Juni 2020, dan para pelaku usaha kuliner harus memenuhi ketentuan tersebut. Ini demi kebaikan bersama, bisnis berjalan, kesehatan diutamakan,” tuturnya.

Ia menambahkan Gugus Tugas akan melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan protokol kesehatan bisnis kuliner, tempat yang telah memenuhi ketentuan akan diberikan stiker “tanda kafe/restoran/rumah makan new normal”.

“Bagi mereka yang belum memenuhi ketentuan atau di tengah pelaksanaannya melakukan pelanggaran, maka mereka akan dikenakan sanksi teguran hingga penutupan usaha,” ucapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *