BERBAGI
Efek Rumah Kaca Untuk Bumi dan Indonesia
Efek Rumah Kaca Untuk Bumi dan Indonesia

Sam Traveler – Seringkali kita mendengar efek rumah kaca saat membahas global warming. Dirangkum dari berbagai sumber, efek rumah kaca atau dalam bahasa Inggris nya the greenhouse effect adalah proses yang terjadi ketika gas-gas di atmosfer bumi menangkap cahaya Matahari. Karena adanya efek rumah kaca inilah manusia bisa tinggal di bumi.

Seberapa penting efek rumah kaca bagi manusia?

Sangat penting, karena adanya proses ini bumi menjadi hangat dan nyaman ditinggali manusia. Jika tidak ada efek rumah kaca, bumi akan menjadi sebuah planet yang sangat dingin dan tak ada mahluk hidup yang mampu hidup di dalamnya.

Bagaimana cara efek rumah kaca menghangatkan bumi? Coba deh traveler ingat lagi pelajaran SD atau SMP yang mengilustrasikan bumi dengan dari kaca. Biasanya rumah kaca ini digunakan untuk menanam tanaman seperti bunga-bunga tropis.

Pada saat siang hari Matahari akan menyinari rumah kaca dan menghangatkan udara yang ada di dalamnya. Jadi rumah kaca memerangkap cahaya matahari dan membuat di dalamnya tetap hangat. Jadi walaupun musim hujan, tanaman di rumah kaca tetap mendapatkan panas yang dibutuhkan.

Begitu juga dengan cahaya Matahari dan bumi. Pada saat matahari bersinar di siang hari, Bumi menangkap sebagian energi panas Matahari dengan gas-gas yang ada di lapisan atmosfer, salah satunya karbon dioksida. Dan setengahnya lagi akan dipantulkan atmosfer ke angkasa.

  Sistem Akuakultur Kuno Australia Terungkap Setelah Kebakaran Hutan

Di saat malam hari yang dingin, bumi akan melepaskan panas lagi ke udara. Namun sebagian panasnya terperangkap di atmosfer. Itulah yang membuat Bumi kita rata-rata hangat dan nyaman (suhu 14 derajat Celcius).

Bagaimana cara kerja efek rumah kaca untuk bumi?

Energi cahaya Matahari nantinya akan mencapai atmosfer bumi. Lapisan atmosfer akan memantulkan sebagian energi panas ke angkasa, dan sebagian lagi diserap.

Energi Matahari yang masuk ke bumi nantinya diserap oleh lautan dan daratan. Kemudian dikeluarkan ke udara untuk memanaskan bumi. Panas nantinya juga akan terperangkap oleh gas rumah kaca. Panas inilah yang menghangatkan bumi saat malam hari.

Apa saja gas yang termasuk gas rumah kaca?

Terdapat beberapa jenis gas rumah kaca. Namun yang paling utama adalah karbon dioksida, uap air, metana dan dinitrogen oksida. Dalam bahasa kimianya, molekul gas-gas ini terbuat dari 3 atom atau lebih. Bila atom-atom ini disatukan, mereka punya ruang untuk menyerap panas.

  Turis China Positif Virus Corona Di Temukan di Sri Lanka

Akhirnya molekul bergetar untuk melepaskan radiasi, hingga nantinya ada kemungkinan diserap oleh gas-gas rumah kaca yang lainnya. Sedangkan gas yang ada di atmosfer adalah Nitrogen dsan Oksigen.

Nitrogen dan oksigen terdiri dari dua molekul atom. Kedua molekul ini terikat sangat kuat hingga tidak bisa bergetar kena panas. Karena itulah mereka tidak bisa menyerap panas dan berkontribusi pada efek rumah kaca.

Apa hubungan efek rumah kaca dengan global warming?

Karena aktivitas manusia menyebabkan proses alami efek rumah kaca terganggu. Meningkatnya kadar karbon dioksida di udara menyebabkan semakin banyaknya energi panas yang terperangkap di bumi. Tentu saja bumi kita akan semakin panas.

Adapun penyebab meningkatnya kadar karbon dioksida di bumi seperti penggunaan bahan bakar fosil yang besar (batu bara dan minyak). Jika suhu bumi terus mengalami kenaikan, maka ekosistem alam dan manusia pasti terganggu.

Akibatnya tidak sekedar kepanasan saja, namun juga terjadi perubahan daratan dan lautan, bencana alam, terganggunya ekonomi, permasalahan baru di kesehatan dan berubahnya populasi hewan dan manusia.

Tinggalkan Balasan