Fenomena Telur Berdiri Tegak di Pontianak

Sam Traveler - Fenomena Telur Berdiri Tegak di Pontianak

Sam Traveler – Saat ini di media sosial sedang ramai di bicarakan tentang Fenomena Telur Berdiri Tegak di Pontianak Kalimantan Barat, hal ini disebabkan karena gaya gravitasi bumi yang ada pontianak sangatlah besar, hal ini terjadi karena pontianak merupakan salah satu kota di indonesia yang di lintasi garis khatulistiwa.



Sebetulnya bukan hanya negara Indonesia saja tapi ada juga negara Afrika dan Amerika Latin merupakan negara-negara di dunia yang dilalui garis khatulistiwa.

Di Afrika, garis khatulistiwa melewati empat negara, yaitu Gabon, Zaire, Uganda, Kenya, dan Somalia. Sedangkan Amerika Latin, garis khatuliswatia melintasi Ekuador, Peru, Kolombia, dan Brasil.

Meski begitu, hanya ada satu kota di dunia yang dibelah atau dilintasi secara persis oleh garis khatulistiwa, yaitu Pontianak, Kalimantan Barat.

Berdasarkan hasil pengukuran oleh tim Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menunjukkan bahwa Tugu Khatulistiwa saat ini berada pada posisi 0 derajat, 0 menit, 3,809 detik lintang utara dan 109 derajat, 19 menit, 19,9 detik bujur timur.

Sementara posisi 0 derajat, 0 menit dan 0 detik ternyata melewati taman, atau tepatnya 117 meter, ke arah Sungai Kapuas dari arah tugu.

Tugu Khatulistiwa

Fenomena Telur Berdiri Tegak di Pontianak - Sam Traveler

Tak pelak, Tugu Khatulistiwa dijadikan salah satu destinasi wisata, baik domestik maupun mancanegara, oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.

Menurut pemandu wisata Tugu Khatulistiwa, Kaswani, Tugu Khatulistiwa didirikan sejak zaman kolonial Belanda pada 1928. Selanjutnya, Presiden Soeharto membangun tugu duplikat dengan menggunakan bahan beton pada 1991.



Tugu Khatulistiwa berada di titik nol. Jadi ketika posisi Matahari tepat berada di atas kepala sehingga bayangan benda-benda di permukaan bumi tidak tampak. Posisi ini juga menghasilkan gaya gravitasi yang cukup kuat sehingga bisa membuat Fenomena Telur Berdiri Tegak di Pontianak.

Tugu Khatulistiwa buka setiap hari dari pukul 06.00 hingga pukul 16.00, dan dilengkapi sejumlah fasilitas seperti water front city, wisata kapal Bandung, dan restoran yang menyajikan menu makanan yang lezat dan nikmat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: