Istana Maimun Kota Medan Yang Bersejarah

Featured Video Play Icon

Sam Traveler – Berkunjung ke Kota Medan tak lengkap rasanya jika tak ke Istana Maimun. Ada beberapa hl yang perlu kamu tahu tentang ikon Kota Medan ini.

Istana Maimun terletak di kelurahan Sukaraja, Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan Sumatera Utara. Selain menjadi wisata sejarah, Istana Maimun di Medan ini sangat menarik untuk dikunjungi kaarena memiliki desain dan arsitektur yang unik.



1. Sejarah Istana Maimun

Pendiri Istana Maimun adalah Sultan Makmun Al Rasyid Perkasa Alamsyah, Putra Sulung dari Sultan Mahmud Perkasa Alamsyah yang merupakan pendiri kota Medan. Istana tersebut memiliki ruang halamannya pun sangat luas.

Ruang-ruang yang ada di Istana Maimun memilki fungsinya masing-masing seperti untuk acara adat kerajaan, ruangan bagi para tamu kerajaan, gudang, dapur, dan lainnya. Bangunan Istana Maimun di Medan memiliki desain perpaduan antara tradisi Melayu, arsitektur Eropa dan Islam.

Kesultanan Deli memcapai puncak kejayaan saat berada di bawa kepemimpinan Sultan Makmun Al Rasyid Perkasa Alamsyah. Pada masa itu pula, tepatnya di tahun 1888 Istana Maimun dibangun.

Pembangunan Istana kabarnya menghabiskan dana setara satu juta golden Belanda. Pembangunan istana ini dimulai pada 26 Agustus 1888 dan selesai 18 Mei 1891. Hingga kini, Istana Maimun masih menjadi bukti atas kemegahan dari kesultanan Deli Pada masanya.

2. Arsitektur Istana Maimun



Bangunan dua lantai Istana ini didominasi warna kuning, yakni warna khas bangsawan Melayu. Adapun bangunannya mengadobsi gaya rancangan bangun Melayu, Mogul, Arab, India dan Eropa. Arsiteknya merupakan seorang kapten Koninklijk Nederlandsch Indisch Legar (KNIL) bernama Theo Van Erp.

Di bagian depan istana terdapat 28 anak tangga terbuat dari marmer mengkilat yang didatangkan langsung dari Italia. Dinding dan atapnya merupakan perpaduan antara budaya Melayu dan Timur Tengah, sedangkan jendela dan pintu dibuat sesuai gaya Belanda lebar dan tinggi.

Kemudian lengkung atapnya kental dengan nuansa Arab. Istana ini memiliki luas 2.227 dan memiliki 30 ruangan, yang terdiri 2 lantai dan 3 bagian, yaitu bagian induk, bagian sayap kanan dan bagian sayap kiri.

3. Terdapat Meriam bersejarah

Dihalaman Istana, pengunjung juga bisa melihat Meriam puntung. Menurut cerita rakyat, meriam tersebut adalah jelmaan Putri Hijau. Ia menjelma menjadi meriam saat Kerajaan Deli diserang oleh Kerajaan Aceh, akibat pinangan terhadap Putri Hijau ditolak.

Dalam cerita rakyat digambarkan bahwa meriam itu menembak tanpa henti, hingga pada akhirnya meriam tersebut pecah menjadi dua bagian, dan potongan meriam tersebut terlempar sampai ke daratan Tinggi Karo.

Nah, itu tadi sederet fakta menarik tentang Istana Maimun. Seperti tak ada habisnya, Istana ini selalu ramai pengunjung, semoga tempat bersejarah ini masih terus dijaga di lestarikan demi menjaga Kebudayaan asli Kota Medan.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: