Kota Terlarang di Beijing Itu Bernama Museum Istana

Sam Traveler – Merebaknya virus corona menyebabkan banyak destinasi wisata di Cina ditutup. Penutupan itu juga termasuk destinasi Forbidden City atau Kota Terlarang di Beijing. Sampai saat ini Kota Terlarang ditutup untuk kunjungan wisatawan, sejak Sabtu pekan lalu, seperti dikutip dari laporan Reuters, 23 Januari 2020. Kota Terlarang akan dibuka lagi untuk kunjungan wisatawan sampai waktu yang ditentukan.

Menurut Lonely Planet, destinasi wisata bersejarah ini sangat terkenal di Cina. Setiap satu tahun, Kota Terlarang dikunjungi sekitar 16 juta wisatawan. Kota Terlarang menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO pada 1987. Dulunya, Kota Terlarang merupakan istana untuk para kaisar daru dua dinasti, Ming dan Qing. Pada 2020 menandai peringatan 600 tahun Kota Terlarang.

  Trip Dengan Kereta Api Dari Stasiun Pasar Senen Ke Kroya

Kota Terlarang juga dikenal sebagai Museum Istana itu dibangun pada 1406-1420. Meski umurnya sudah ratusan tahun, sebagian besar bangunan yang dilihat saat ini adalah konstruksi dan renovasi Dinasti Qing abad ke-18. Di dalam Kota Terlarang terdapat 900-an bangunan.

Pada masa kekaisaran, masyarakat Cina tak bisa masuk tanpa diundang. Apalagi penataan Kota Terlarang itu dikelilingi tembok besar yang sulit ditembus, dengan empat gerbang yang dijaga ketat. Saat ini, turis bisa masuk melalui Gerbang Meridian, sebuah portal besar berbentuk U di ujung selatan kompleks, yang dulu diperuntukkan bagi kaisar saja.

  FOX Lite Memudahkan Para Tamu Menginap Sekaligus Pelesiran

Dahulu bunyi gong dan lonceng terdengar ketika kaisar datang dan pergi. Sementara militer menggunakan gerbang barat untuk lalu lalang, warga sipil gerbang timur dan pelayan gerbang utara. Kaisar juga meninjau pasukannya dari Gerbang Meridian.

Melalui Gerbang Meridian pelancong akan melewati halaman yang luas. Halaman yang bisa menampung kunjungan kehormatan kekaisaran untuk 100.000 orang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *