Olimpiade Tokyo di Jepang Siapkan Antisipasi Virus Corona

Olimpiade Tokyo di Jepang Siapkan Antisipasi Virus Corona

Sam Traveler – Momen Olimpiade Tokyo 2020 sudah di depan mata. Sehubungan dengan mewabahnya virus Corona, Jepang pun lebih ekstra dalam menangani turis China.

Jepang akan segera mengadakan perhelatan Olimpiade di Tokyo pada 24 Juli 2020 mendatang. Sementara, virus Corona yang bersumber di Wuhan tengah memanas dan menjadi isu global. Tak sedikit negara di dunia yang menaruh pehatian ekstra pada pergerakan turis China, termasuk Jepang.

Dikumpulkan detikcom dari berbagai sumber, Selasa (28/1/2020), langkah tegas pun diambil oleh Presiden Asosiasi Jepang untuk Penyakit Infeksi, Kazuhiro Tateda, untuk menghadang epidemi tersebut. Sejauh ini, Jepang baru mendapat 1 indikasi terkait virus Corona.

“Kami harus sangat berhati-hati pada penyakit infeksi yang bisa muncul saat Olimpiade Tokyo. Pada acara sekelas ini, resiko meningkat bahwa penyakit infeksi dan bakteri dapat terbawa,” ujar Tateda.

  Di Ibiza Bisa Hidup Gratis dan Digaji Buat Pasangan Kompak

Di satu sisi, pihak penyelenggara Olimpiade Jepang juga telah bergerak untuk memastikan keamanan dari event global tersebut. Menyelenggarakan Olimpiade yang aman tetap jadi prioritas Jepang.

“Antisipasi terkait penyakit infeksi memainkan peran penting dalam rencana kami untuk menyelenggarakan olahraga yang sehat dan aman,” bunyi pernyataan dari penyelenggara Olimpiade Tokyo 2020.

Wabah serupa bukan pertama kali terjadi di ajang sekelas Olimpiade. Di tahun 2016, virus Zika bahkan sempat hampir membuat sejumlah ahli memindahkan lokasi venue dari Brazil. Nyatanya event itu tetap dihelat di Brasil.

Kabar terkini, pada Kamis lalu Jepang meningkatkan level penyakit menular ke Wuhan. Berisi imbauan bagi warganya untuk menghindari perjalanan ke sana.

  Turis China Masih Boleh ke Yogyakarta Meskipun Ramai Virus Corona

Saat ini, pihak Kemenkes Jepang masih berupaya tentang bagaimana memberi briefing vaksin rutin sebelum para turis asing tiba musim panas ini. Terkait virus Corona, bahaya yang lebih penting di luar isu kesehatan adalah terkait kepanikan yang terjadi di masyarakat dan dampaknya pada sektor ekonomi, ujar Profesio Mikrobiologi Universitas Kindai, Ikuo Tsunoda.

“Virus Corona ini tentu mematikan, tapi ketidakpastian informasi menyebar lebih cepat. Ketimbang virusnya sendiri, rumor membuat publik lebih panik,” ujar Tsunoda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *