Patung Sphinx Kepala Domba Usianya 3.000 Tahun

Patung Sphinx Kepala Domba Usianya 3.000 Tahun

Sam Traveler – Tim arkeolog menemukan patung Sphinx berkepala domba saat melakukan penggalian di Mesir. Diperkirakan usia patung ini mencapai 3.000 tahun.

Tim arkeolog gabungan yang berasal dari Swedia dan Mesir, berhasil menemukan patung Sphinx berkepala domba saat melakukan penggalian di Gebel el Silsila, Mesir. Usianya diperkirakan 3.000 tahun. Sejumlah artefak lain juga ditemukan di situs ini.

Dihimpun detikTravel dari beberapa sumber, Jumat (31/1/2020), tim peneliti memperkirakan situs penggalian Gebel el Silsila dulunya adalah sebuah workshop alias bengkel, dimana para pengrajin membuat patung dan perabotan tembikar.

Hal itu ditandai dengan ditemukannya ratusan potongan kecil patung dan hierogliph, dimana para murid yang sedang latihan. Diperkirakan ‘bengkel’ ini berasal dari masa pemerintahan Amenhotep III, kakek dari Raja Tutankhamon.
Tim peneliti yang dipimpin arkeolog Universitas Lund, Swedia mengatakan, temuan patung Sphinx berkepala domba itu disebut sebagai criospinx. Patung ini panjangnya diperkirakan mencapai 5 meter, dengan tinggi 3,5 meter.

  Stasiun Pasar Senen Jakarta Sekarang Sudah Berubah

Tapi belum semua bagian dari patung Sphinx berkepala domba yang bisa tergali, baru bagian perutnya saja. Namun tim peneliti berhasil menemukan patung Sphinx yang lebih kecil yang dipahat oleh para murid workshop tersebut.
Ditemukan juga potongan patung Cobra yang terlilit di bagian mahkota dari kepala Sphinx tersebut. Patung-patung ini dipahat dengan sangat rapi di batuan kapur di situs tersebut.

  Raja dan Ratu Belanda Kunjungi Yogyakarta Setelah 25 Tahun

“Kedua patung itu disimpan dalam bentuk potongan-potongan, dan siap untuk dipindahkan, tapi sepertinya ditinggalkan begitu saja di situs Gebel el Silsila, buktinya ada bagian patung yang patah,” kata peneliti itu.
Menurut tim peneliti, potongan hierogliph di situs ini sama seperti yang ditemukan di reruntuhan kuil Amenhotep III yang dihancurkan. Tulisan yang tertera di hierogliph itu menunjukkan bahwa penguasa saat itu memerintah 3.350 tahun yang lalu.

Para arkeolog saat ini tengah berusaha ‘membaca’ hierogliph tersebut dan mendokumentasikannya secara digital. Rencana penggalian selanjutnya akan dilakukan di musim berikutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *