Penumpang Pesawat Dicegat di Gate Karena Terlalu Seksi

Penumpang Pesawat Dicegat di Gate Karena Terlalu Seksi

Sam Traveler – Seorang penumpang pesawat perempuan curhat di media sosial (medsos) mengenai insiden saat ia dicegat dan sempat tak diperbolehkan naik ke pesawat. Petugas bilang bajunya terlalu seksi.

Andrea Worlwide, demikian nama penumpang pesawat dari maskapai United Airlines yang mengaku diperlakukan seperti itu ketika hendak menaiki penerbangan di AS dengan rute Denver, Colorade ke Newark, New Jersey pada pekan lalu.

Dalam curhatnya di Facebook, yang dilansir Daily Mail, Andrea mengaku dicegat oleh seorang karyawan pria saat hendak naik ke pesawat. Diketahui kemudian bahwa yang dipermasalahkan petugas adalah busana yang dipakai Andrea.
“Pekan lalu seorang petugas United di gate tidak memperbolehkanku naik pesawat di Denver.

Awalnya aku menduga itu karena tiketku koyak, tapi kemudian aku mendapati bahwa alasannya adalah karena apa yang aku pakai,” tulisnya.

Kepada CBS Denver, Andrea menjelaskan bahwa dirinya biasa melakukan penerbangan ke Puerto Rico untuk jumpa kekasihnya di sana dan bahkan dapat keanggotaan khusus di maskapai United Airline berkat miles yang ia catatkan.

  Tempat Untuk Melihat Aurora Terbaik Bulan Januari-April

Terkait itu, Andrea turut mengklaim bahwa busana yang ia pakai pada saat insiden terjadi pun sesuatu yang lazim ia gunakan dalam penerbangan. Ketika itu ia mengenakan sebuah atasan berwarna hitam dengan potongan leher rendah, yang mengungkap sebagian tali-temali pakaian dalamnya. Tapi, katanya, saat itu ia juga memakai cardigan dan syal — yang dengan mudah bisa menutupi bagian dada.

“Buat yang penasaran apa lagi yang aku pakai, karena pertanyaan itu yang langsung ditanyakan oleh teman dan keluarga yang aku hubungi, saat itu aku juga memakai syal besar, cardigan selutut, legging, dan sneaker,” sebutnya.
Andrea mengaku pada awalnya tidak mendapatkan informasi kenapa dirinya dipisahkan dari barisan penumpang yang hendak naik ke pesawat lalu tidak diperbolehkan lewat. Ia menyebut sejumlah karyawan United ikut berdiskusi.

“Setelah 20 menit, tiba seorang supervisor perempuan (Monica) dan saat aku minta informasi mengenai apa yang terjadi, ia memang minta maaf tapi juga berkomentar bahwa bajuku sedikit ‘terlalu terbuka’. Artinya petugas pria di gate itu merasa perlu melindungi penumpang lain dari diriku, atau ia cuma mau menahanku lebih lama agar bisa memandangiku demi kepuasan pribadi… Entahlah!”.

  Asuransi Perjalanan Mungkin Takkan Layani Klaim Virus Corona

Pada akhirnya Andrea diizinkan naik ke pesawat. Ia pun ditawari vocer travel sebesar 100 dolar AS, yang mana ia tolak, bahkan ketika jumlah itu tampaknya digandakan oleh anggota staf.

“Aku benar-benar dipermalukan dan kebingungan. Aku merasa seluruh tatapan orang tertuju kepada diriku. Dua ratus dolar bahkan tidak ada artinya dibandingkan dengan rasa malu yang aku hadapi. Jika perempuan lain bisa jadi ikut mengalaminya, lebih baik aku meramaikan saja hal ini dan mungkin mereka jadi bisa memilih maskapai lain,” sebut Andrea.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *