Home Tempat Makan Sego Banting Cak San: Nasi Bungkus Rp 3 Ribuan yang Buka Tengah...

Sego Banting Cak San: Nasi Bungkus Rp 3 Ribuan yang Buka Tengah Malam

Sego Banting Cak San Nasi Bungkus Rp 3 Ribuan yang Buka Tengah Malam
Sego Banting Cak San Nasi Bungkus Rp 3 Ribuan yang Buka Tengah Malam

Sam Traveler – Sego Banting Cak San sangat Populer di kalangan mahasiswa, dan nasi bungkus ini hanya bisa dijumpai saat tengah malam.

Kota Malang menjadi salah satu kota yang dipadati mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia. Tak heran jika Malang menyimpan banyak kuliner unik yang harganya tentu ramah di kantong.

Berbagai makanan murah meriah justru menjadi yang paling populer di sana. Salah satunya adalah Sego Banting Cak San yang ‘ngumpet’ di gang sempit tetapi selalu ramai hingga tengah malam.

Walaupun hanya menyajikan menu rumahan sederhana banyak pelanggannya yang rela antre demi sebungkus nasi yang dipelopori oleh Cak San. Tak hanya itu, ada cerita unik yang bikin merinding dibalik alasan jam operasionalnya yang tengah malam.

Nyempil di Gang Sempit

Sego Banting Cak San bukan kudapan yang mudah ditemukan di pinggir jalan kota Malang. Untuk bisa mencapai lokasi Sego Banting Cak San, para pelanggan harus memarkirkan kendaraannya dan berjalan kaki sekitar 150 meter masuk ke dalam gang sempit.

Sego Banting Cak San sudah dijual sejak tahun 1989. Dahulu, warung nasi ini berlokasi tak jauh dari SMA Katolik St. Albertus atau dikenal juga dengan istilah SMA Dempo. Bahkan nama ‘Nasban’ atau nasi banting diberikan oleh alumni SMA Dempo yang menjadi langganan Cak San sejak lama.

Tetapi wafatnya Cak San di tahun 2020 lalu membuat Sunarsih, istrinya, memilih untuk berjualan di rumah saja. Rumahnya yang berada di gang sempit dengan lebar jalanan 5 meter tidak menyurutkan para pelanggannya untuk datang.

“Dulu itu sempat buka di depan Dempo. Dari awal buka sebenarnya ya memang di sana pakai gerobak gitu. Tapi setelah bapak meninggal saya yang urus semuanya, jadinya pindah saja di rumah sini. Alhamdulillah masih ramai,” kata Sunarsih kepada detikcom.

Saat menyambangi Sego Banting Cak San, kami juga ikut mnegantre bersama pelanggan lain yang sudah datang terlebih dahulu. Ada sekitar 5-7 pelanggan termasuk beberapa ojek online yang ikut antre bersama kami waktu itu.

Cara memesannya pun unik, para pelanggan akan mengantre pada kusir panjang yang disediakan dan mengambil secarik kertas untuk menuliskan pesanannya. Tetapi bukan jenis menunya yang dituliskan, justru harga makanan yang diinginkan yang harus dituliskan untuk nantinya disiapkan oleh bu SUunarsih.

Buka Hingga Malam Hari

Saat pertama kali buka, Sego Banting Cak San ini konon bisa buka sejak pukul 11 malam hingga adzan subuh berkumandang. Salas, anak bungsu Cak San, menyebutkan bahwa banyak pelanggannya yang mampir makan ke sini usai pulang dari diskotik.

Bukan tanpa alasan, Sego Banting Cak San ini punya kisah unik memilih tengah malam sebagai jam operasionalnya. Menurut Sunarsih dan Salas, keputusan untuk berjualan tengah malam berawal dari nasihat guru ngaji yang diterima mendiang Cak San.

“Bapak dulu kerja proyek. Tapi kalau di proyek nggak bisa ngajar ngaji, nggak bisa jadi imam sholat di Masjid. (Kemudian) Sama guru ngajinya nggak boleh kerja di proyek, kalau bisa buka usaha (katanya),” kata Sunarsih.

Uniknya Cak San tidak diberi tahu usaha apa yang harus dijalankannya. Hanya saja ia diberi wejangan untuk membuka usaha yang bukanya pada malam hari atau tengah malam saja.

Tak disangka berkat kepatuhannya kepada ustadz atau guru ngajinya membawa usaha Cak San menjadi terkenal. Bahkan setelah 33 tahun berjalan hingga dirinya sudah tiada, usahanya semakin laris diburu pelanggan.

Menunya Cuma Rp 3 Ribuan

Tak ada menu yang spesial, Sego Banting Cak San ini hanya sebungkus nasi yang dilengkapi dengan lauk pauk sederhana dan gorengan. Nama ‘sego banting’ diungkapkan oleh Sunarsih merupakan sebutan yang diberikan oleh para pelanggannya yang berasal dari SMA Dempo dan mahasiswa dari Universitas Ma Chung, Malang.

Seporsi nasi dengan lauk berupa telur tepung, bihun, tahu eseng-eseng dibungkus dengan kertas nasi kemudian diletakkan dengan cara dibanting.

Selain menarik perhatian siswa dan mahasiswa pelanggannya, cara membanting makanannya ini membuat Sego Banting Cak San memiliki identitas yang khas.

Harganya yang murah meriah mulai dari Rp 3.000 hingga Rp 10.000 membuat pelanggannya yang mayoritas anak muda juga senang terus kembali dan membeli nasi Cak San.

Antara makanan yang dibanderol harga Rp 3.000 dan Rp 10.000 tak ada perbedaan lauk, hanya saja jumlah porsinya yang lebih banyak.

Untuk nasi dengan porsi Rp 3.000 ukurannya sekitar sekepal tangan atau mirip dengan nasi kucing. Sedangkan untuk porsi seharga Rp 10.000 jumlahnya lebih banyak seperti nasi bungkus di warung nasi biasa.

Sebagai pelengkap, Sunarsih dibantu oleh anak dan keponakannya menyajikan berbagai gorengan dan sate-sate jeroan yang dititipkan oleh tetangga sekitarnya. Tanpa lelah Sunarsih akan memasak semalam suntuk hingga tutup sekitar pukul 1 atau 2 pagi ketika dirinya mulai mengantuk.

Rasanya ‘Ngangenin’

Masakan buatan Sunarsih memiliki cita rasa khas rumahan yang seolah dibuatkan oleh ibu di rumah. Rasa ini yang banyak dicari oleh para pelanggannya terutama para mahasiswa dan pekerja yang merantau ke Malang.

Lauk berupa telur tepung buatan Sunarsih punya rasa gurih dengan tekstur renyah di luar dan lembut di dalam. Walaupun dicampur dengan tepung tetapi telurnya masih terasa dan paling cocok jika dinikmati bersama sambal terasi goreng racikan Sunarsih.

Selain itu ada eseng-eseng tahu yang rasanya cukup unik. Terlihat sederhana tetapi ada rasa gurih, manis dan pedas dan eseng-eseng yang bahannya hanya potongan tahu pong dan tauge.

Untuk tumis bihun sebagai lauk pelengkap lainnya, rasanya memang hanya seperti bihun biasa.

Tetapi bentuk bihunnya berbeda dengan bihun yang banyak ditemui di pasar. Ukuran bihunnya lebih besar dengan tekstur yang elastis.

Jika ingin menyantap sego Cak San ini sebaiknya mengaduk semua lauk pauk termasuk sambalnya agar rasanya tercampur dengan sempurna. Pertama kali mencicipi Sego Banting Cak San, kami tak bisa melupakan rasanya dan rindu dengan masakan buatan bu Sunarsih ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here