Home Destinasi 7 Tempat Wisata Glow In The Dark Terkahir dari di Indonesia

7 Tempat Wisata Glow In The Dark Terkahir dari di Indonesia

7 Tempat Wisata Glow In The Dark Terkahir dari di Indonesia

Sam Traveler – 7 Tempat Wisata Glow In The Dark di Dunia ini boleh kamu datangi bersama sahabat dan keluarga, salah satunya berada di Indonesia yang sudah sangat populer sampai mancanegara.

Tempat Wisata Glow In The Dark disarankan di kunjungi pada malam hari, karena selain lebih indah, gemerlap cahaya alam yang memancar akan lebih terang dan kita bisa mengabadikan setiap waktu dengan foto dan video sebagai salah satu kenangan.

Berikut ini 7 Tempat Wisata Glow In The Dark di Dunia dan yang terkahir dari di Indonesia:

1. Waitomo Caves, New Zealand

Berwisata ke gua mungkin terasa menakutkan bagi sebagian orang, suasananya yang gelap dan sempit seringkali membuat orang tidak nyaman. Namun, berbeda dengan Gua Waitomo yang terletak di Selandia Baru.

Alih-alih gelap, gua ini justru diterangi oleh ribuan cacing menyala (Lampyris Noctiluca) yang menempel di dinding-dinding gua. Cacing seukuran jarum jahit ini hidup di lingkungan gelap dan lembab, serta memiliki cahaya biru yang lebih terang daripada kunang-kunang.

Wisatawan yang ingin berkeliling Gua Waitomo bisa menggunakan perahu, berjalan kaki atau bahkan berenang. Tenang saja, perjalanan wisata akan dipandu oleh tour guide.

Tentunya, tarif yang dikeluarkan untuk mengunjung Gua Waitomo tidaklah murah, setidaknya kamu harus membayar sekitar Rp400.000 untuk tur 15 menit. A bit pricey, but worth it!

2. Sea Fireflies Okayama, Jepang

Jika melihat dari foto, mungkin kamu akan mengira bahwa pemandangan di pantai ini merupakan hasil rekayasa semata. Namun, siapa sangka cahaya cantik berwarna biru neon di sepanjang garis pantai Okayama ini dihasilkan oleh Vargula Hilgendrofi, yaitu spesies udang berukuran 3 milimeter.

  Tempat Wisata Pantai di Medan Untuk Liburan Bersama Keluarga

Pada siang hari, udang-udang tersebut hidup di laut, namun pada malam hari mereka berenang ke tepian untuk mencari makanan. Udang-udang kecil ini biasa disebut sebagai kunang-kunang laut, tentunya karena mereka memancarkan sinar di malam hari seperti kunang-kunang.

Fungsi dari cahaya ini sebagai kamuflase dari predator. Fenomena ini juga dijuluki “Batu Menangis” atau “The Weeping Stones” oleh dua fotografer, Trevor Williams dan Jonathan Galione. Jika ingin melihat fenomena langka ini, kamu bisa datang ke Pantai Okayama sekitar bulan Mei hingga Oktober.

3. Toyama Bay, Jepang

Berbeda dengan Pantai Okayama yang dipenuhi udang kecil antara bulan Mei sampai Oktober, kamu juga bisa melihat fenomena sejenis di Toyama Bay, tepatnya di Central Japan Sea dari bulan Maret sampai Juni.

Cahaya biru di pantai dihasilkan oleh Watasenia Scintillans, yaitu jenis cumi-cumi berukuran 3 inci. Fenomena ini terjadi saat musim kawin, cahaya dari tubuh cumi berfungsi untuk menarik perhatian cumi lain.

Selama periode tersebut, ribuan cumi akan meletakan telur-telurnya di sepanjang pasir Toyama Bay. Selain dijadikan tontonan bagi wisatawan, cumi bercahaya ini juga bisa dimakan, lho. Tidak berbahaya, bahkan cumi bercahaya ini menjadi kuliner yang cukup populer di Toyama. Penasaran ingin mencoba?

4. Mosquito Bay, Puerto Rico

Objek wisata yang satu ini sangat spesial karena ditetapkan sebagai laut paling bercahaya oleh Guinness Book of World Records. Mosquito Bay yang terletak di pulau Vieques, Puerto Rico ini dapat mengeluarkan cahaya biru terang di malam hari.

  Tempat wisata di garut yang lagi hits

Sumber cahaya ini berasal dari Phyrodinium Bahamense, yaitu mikroorganisme yang bisa memancarkan cahaya luminesens. Setidaknya, terdapat lebih dari 160.000 mikroorganisme per liter air. Cahaya ini akan semakin terang jika terkena sentuhan.

Saking terangnya, objek wisata ini mendapatkan julukan Bioluminescent Bay atau Bio Bay. Jika ingin berkunjung kesini, kamu disarankan untuk memesan paket tur agar bisa dipandu oleh tour guide.

Di Mosquito Bay, kamu bisa berkeliling menggunakan kayak dan diperbolehkan untuk mencelupkan tanganmu ke dalam air. Namun, dilarang berenang karena kandungan bahan kimia yang kamu gunakan seperti lotion atau sunscreen dapat merusak keseimbangan mikroorganisme di Mosquito Bay.

5. Emas National Park, Brasil

Taman National Emas merupakan situs Warisna Dunia UNESCO yang terletak di negara bagian Goiás dan Mato Grosso do Sul, Brasil. Banyak daya tarik wisata yang dapat kamu nikmati di taman nasional ini, di antaranya adalah air terjun, pegunungan bahkan sabana.

Kamu juga dapat menemukan berbagai jenis hewan mulai dari serigala, tapir, armadillo, trenggiling, rusa sampai jaguar. Jika berkunjung saat musim panas, kamu akan melihat gundukan tanah yang bercahaya seperti pohon natal di sabana.

Gundukan tanah ini dipenuhi oleh rayap dan cahaya ini berasal dari larva kumbang bercahaya (Pyrophorus Nyctophanus) yang lebih dikenal sebagai Headlight Beetle. Cahaya ini digunakan untuk mengelabuhi predator.

6. Tusan Beach, Malaysia

Salah satu negara di Asia Tenggara juga memiliki objek wisata glow in the dark, lho! Jika kamu berkunkung ke Malaysia, jangan lupa mampir ke Miri Sarawak.

  Tempat Wisata di Gorontalo untuk Liburan akhir pekan bersama keluarga

Banyak objek wisata menarik, salah satunya adalah Pantai Tusan. Bulan September hingga Desember adalah waktu yang paling pas untuk datang ke pantai ini, karena kamu akan melihat fenomena Blue Tears.

Ribuan plankton akan memenuhi perairan dan memancarkan cahaya biru terang. Cahaya ini di hasilkan sebagai reaksi dari suhu perairan yang agak panas, serta berfungsi untuk kamuflase dari predator.

Tentunya, pantai ini akan dipenuhi oleh pengunjung pada malam hari. Jika kamu ingin berkunjung ke Pantai Tusan, jangan lupa selalu jaga kebersihan dan jangan merusak fasilitas, ya.

7. Kawah Ijen, Indonesia

Kawah gunung ijen terletak di perbatasan kabupaten banyuwangi dan kabupaten bondowoso jawa timur Indonesia, Gunung ijen memiliki ketinggian 2.386 mdpl dan terletak berdampingan dengan Gunung Merapi.

Untuk menuju ke destinasi wisata kawah ijen ini, kita harus membayar retribusi sebesar Rp. 5.000 untuk hari biasa tapi untuk weekend Rp. 7.500 per orang, dan tarif parkir motor RP. 2.000 dan mobil Rp. 10.000

Selain itu jika ingin menginap di dekat kawah ijen ada penginapan milik perhutani yang biaya per malam sebesar Rp. 150.000 saja, dan ada biaya lainnya seperti toilet, sewa masker, sewa senter yang bisa kamu gunakan jika lupa membawa dari rumah.

Demikian informasi mengenai 7 Tempat Wisata Glow In The Dark di Dunia yang salah satunya berada di Indonesia, jangan sampai lupa untuk mengabadikan moment tersebut dan share ke akun media sosial favorit kamu, Terimakasih.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here