Tentang Super Earth yang ‘Dekat’ dengan Bumi

Tentang Super Earth yang 'Dekat' dengan Bumi

Sam Traveler – Pada 2016, peneliti menemukan planet Super Earth yang berpotensi dihuni bernama Proxima b sedang mengorbit bintang terdekat matahari. Sekarang mereka temukan Proxima C.

Dilansir dari berbagai sumber, potensi proxima C telah ditemukan mengorbit bintang yang terdekat dengan matahari, yaitu proxima Centauri. Proxima C sepertinya adalah ‘super-Earth’, yaitu julukan planet yang ukurannya melebihi bumi namun lebih kecil dari Neptunus dan Uranus.

Proxima Centauri adalah bintang katai merah bermassa rendah yang dikenal sebagai katai M-Class. Bintang ini berada dalam sistem bintang tiga yang dikenal sebagai Alpha Centauri, termasuk pasangan biner Alpha Centhauri. Bintang ini “hanya” berjarak 4,5 tahun cahaya dari bumi.

“Proxima Centauri adalah bintang terdekat dari matahari dan deteksi ini menjadikannya sistem planet terdekat tata surya kita,” kata Astronom Mario Damasso.

  Waktu Yang Terbaik Untuk Melihat Sakura di Jepang

Pada awalnya, setelah menemukan planet Proxima B, para peneliti berspekulasi terkait adanya keberadaan planet lain dalam sistem. Mereka menggunakan Atacama Large Milimeter/Submilimeter Array or Telesopes dari kota Chili untuk melacak sinyal cahaya yang datang dari area itu.

Bintang tidak akan diam sepenuhnya ketika mereka diobit oleh sebuah planet. Mereka bergerak dalam lingkaran kecil sebagai respon terhadap tarikan gravitasi dari planet-planet. Gerakan mengubah panjang gelombang cahaya bintang, bergerak antara merah dan biru, tergantung lokasi planet. Dengan menelusuri pergeresan inilah para astronom dapat menemukan indikasi adanya planet. Di sinilah mereka menemukan Proxima C.

“Bahkan sistem planet terdekat kita dapat menyimpan kejutan menarik,” kata Penulis studi dan peneliti postdoctoral di Departemen Fisika Universitas Crete, Fabio Del Sordo.

  Bandara Komodo Akan di Kelola Konsorsium Cardig dan Changi

Proxima b, planet pertama ditemukan, memiliki faktor-faktor yang kurang menyenangkan seperti sinar ultraviolet dan sinar X yang memberi 100 kali insensitas matahari ke bumi. Sebenarnya, proxima b berada dalam zona layak huni, yang bisa terdapat air di permukaannya, bukan berarti dapat dihuni. Radiasi yang dimilikinya bahkan kemungkinan telah menghilangkan elemen-elemen kunci kehidupan seperti hidrogen, oksigen dan nitrogen.

Sedangkan planet yang baru ditemukan ini, proxima C, bagi peneliti memiliki sisi menarik, yaitu bagaimana planet bermassa rendah mengorbit di sekitar bintang bermassa rendah. Proxima C atau Superearth membalikkan teori khas pembentukan planet super-Earth. (dtk)

Tinggalkan Balasan